Jujur
Entah….
Ada kerinduan untuk kembali ke masa itu
Masa di mana aku diajarkan
Bila melihat warna putih berkatalah putih
Bila melihat warna hitam katakanlah hitam
Sebab kamu tidak buta warna
Suatu masa yang indah
Ketika aku diberitahu
Jika melihat dompet jatuh dan di situ ada identitas pemiliknya
Kembalikanlah pada pemiliknya tanpa mengurangi isinya
Sebab apa yang ada di dalamnya bukan hakmu
Saat yang menyenangkan
Ketika kami bermain kelereng
Dimana hakmu adalah kelereng yang bisa kamu keluarkan dari garis
Ketika kami bermain jek-jekan
Ketika kami bermain petak umpet
Ketika kami bermain go back to door
Dimana semua bisa berjalan jika sportif mengikuti aturan main
Saat yang lucu
Ketika kami bermain jamuran
Ketika minta jamur kendil borot
Tanpa disuruh semua menyadari perbedaan masing-masing
Ketika dipacokke
Akan protes jika memang tak senang
Namun akan tersipu malu memerah jika memang sama-sama suka
Masa di mana kejujuran adalah segalanya
Masa dimana ketulusan adalah yang utama
Bahkan Sang Nabi akan berkata
“Jika kamu tidak mempunyai hati seperti anak kecil ini, kamu tidak akan bisa melihat kerajaan sorga”
Menjadi jujur
Menjadi tulus
Menjadi apa adanya
Membaca ayat-ayat-Nya yang bertebaran di mana-mana
Aku rindu mengalami masa itu
Sungguh sangat rindu
Mengapa sekarang sulit?

Comments